IMAN DAN TAKWA


IMAN bagaikan sebatang pohon yang menghasilkan buah ranum nan segar. Buah inilah yang akan dipetik oleh orang - orang beriman dalam kehidupannya, baik di dunia maupun di akhirat. Di antara buah yang akan mereka petik adalah memperoleh petunjuk menuju kebenaran, meraih kehidupan yang baik, senantiasa dilindungi oleh Allah, dikaruniai rezeki yang baik dan berlimpah, serta mendapat kemuliaan yang tertinggi di sisi-NYA.

Sementara orang yang tidak ada iman di dalam hatinya, ia hidup di dunia bagaikan orang buta. Ia tidak mengetahui untuk apa ia diciptakan. Ia tidak tahu misi keberadaannya di muka bumi ini. Hidupnya berakhir begitu saja tanpa menikmati buah - buah yang ditawarkan oleh Allah swt. Orang yang hidup tanpa iman akan tersesat dalam kegelapan. Tanpa berpondasikan iman, semua amal dan perbuatan akan tertolak. Hanya amal orang yang berimanlah yang akan diterima oleh Allah swt.

Selain memperteguh iman, ada pondasi lain yang juga harus dikokohkan, yaitu ketakwaan. Iman dan takwa ibarat dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan. Takwa adalah takut kepada Tuhan Yang Maha Mulia. Bila seorang muslim memberi jarak antara dirinya dengan hal - hal yang dikhawatirkan akan menimbulkan kemarahan Tuhannya, kemurkaan dan siksaan-NYA, maka itulah takwa. 

Takwa adalah landasan agama. Kehidupan tanpa takwa akan menjadikan manusia lebih rendah keadaannya daripada hewan. Takwa adalah bekal kalbu dan jiwa manusia. Karena, hanya dengan takawallah kalbu dan jiwa dapat berhubungan dengan Tuhan dan meraih keselamatan. 

Jika kita merenungkan sebutan takwa yang terkandung dalam Al Qur'an, maka kita akan menjumpai berapa banyak kebaikan yang berkaitan dengannya, berapa banyak pahala yang dijanjikan bagi pelakunya, dan berapa banyak kebahagiaan yang dihubungkan dengannya. Inilah takwa, bagaikan naungan yang meneduhkan orang yang hidup dibawahnya. Inilah takwa, kehidupan yang mulia.

(dikutip dari buku Motivasi Islami Dosis Tinggi)


Komentar